Adiwiyata SMPN 3 Pati

Kerja keras pasti nya akan
membuahkan hasil yang baik dan memuaskan. Tidak hanya itu, hasil dari jerih
payah yang dikerjakan akan dinikmati juga oleh setiap orang yang berjerih payah
tersebut. Indonesia merupakan negara yang sangat beruntung akan hasil sumber
daya alam nya yang melimpah. Oleh karena
itu, kita semua harus mengoptimalisasikan sumber daya alam di Indoensia ini
mulai dari hal-hal kecil yang kita mampu. Seperti contohnya, salah satu sekolah
favorit yang disegani orang-orang ini.
Sekolah ini dikenal dengan nama
SMPN 3 Pati. Sebuah sekolah yang disulap menjadi daerah yang penuh kaya dengan
berbagai macam tumbuhan. Itulah mengapa guru serta murid sudah siap untuk
membawa nama SMPN 3 Pati menjadi sekolah bertaraf Adiwiyata Tingkat Nasional.
Tetapi, sulap itu tak hanya semata mengucapkan “kata-kata sihir” dan seketika
menjadi hijau nan asri. Perlu beberapa tahap untuk meraih adiwiyata tingkat
nasional. Adapun tahap-tahap yang dilakukan siswa dan guru SMPN 3 Pati sendiri
seperti berikut:
a.
Dilaksanakannya
piket sesuai jadwal kelas masing-masing.
Pelaksanaan
piket wajib ini dibagi menjadi 2 yaitu piket kelas dan piket kapling/taman.
Kapling untuk kelas yang berada di lantai bawah merupakan taman di depan
kelasnya, seedangkan kapling untuk kelas yang berada di lantai atas merupakan
kapling yang sudah dibagi oleh guru yang mengurus masalah tersebut.
b.
Ketika
pulang sekolah, siswa-siswi wajib mengambil sampah dedaunan di sekitarnya.
Pagar
keluar SMPN 3 Pati ini, dicegat oleh para duta adiwiyata yang sudah dipilih
oleh pembina adiwiyata SMPN 3 Pati. Duta adiwiyata inilah yang sudah
menyediakan tempat sampah di depannya untuk mengumpulkan sampah yang tiap
pulang sekolah sudah disiapkan para murid.
c.
Adanya
bank sampah.
Bank
sampah ini disetor oleh petugas bank sampah per kelas. Petugas bank sampah tiap
kelasnya mencatat riwayat penyetoran sampah tiap dia menyetor. Sampah akan
bernilai tiap kilonya. Maka dari itu, anak-anak berlomba-lomba menyetorkan
sampah. Selain mengurangi sampah, manfaatnya juga akan terasa pada uang yang
kita dapatkan.
d.
Program
LISA (Lihat Sampah Ambil)
Siswa
SMPN 3 Pati sudah diajarkan untuk mengambil sampah saat siswa melihat sampah.
Hal ini terbukti dengan SMPN 3 Pati sudah bebas dari sampah dan selalu bersih
nan hijau.
e.
Bebas
dari sampah plastik
Kantin
SMPN 3 Pati bebas dari sampah plastik. Untuk siswa yang membeli gorengan
disediakan daun pisang dan untuk siswa yang membeli minuman sudah disediakan
gelas oleh pihak kantin.
f.
Adanya
program Sabtu Bersih.
Setiap
hari Sabtu, guru beserta murid bergotong royong membersihkan halaman sekolah
SMPN 3 Pati. Tidak heran, lingkungannya menjadi bersih dan asri setiap hari.
Dan masih banyak lagi.

Pak
Winarto selaku kepala sekolah SMPN 3 Pati juga selalu menggemakan kota Pati
dengan dorongan akan berbagai lomba yang diikuti oleh murid SMPN 3 Pati ini.
Khusus yang disebut terakhir (2015) SMPN 3 Pati berhasil meraih juara dalam
lomba adiwiyata tingkat nasional. Untuk upaya yang b erhasil menggemakan nama
Pati ini dilanjutkan dengan pengumuman SMPN 3 Pati sebagai juara 1 lomba Green
School Awards (GSA) , Senin(11/4). Kunci untuk menjadi juara tersebut kata
bapak Winarto bukan serta merta langsung menjadi juara. Tetapi, butuh proses
yang sudah dipersiapkan matang-matang.
Pengelolaan
sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) berbasis masyarakat merupakan paradigma baru
dalam pengelolaan sampah. Paradigma baru tersebut lebih ditekankan kepada
pengurangan sampah yang lebih arif dan ramah lingkungan. Metode tersebut
menekankan kepada tingkat perilaku konsumtif dari masyarakat serta kedasaran
terhadap kerusakan lingkungan akibat bahan tidak terpakai lagi yang berbentuk
sampah. Adapun, 3R tersebut dibagi
menjadi 3, antara lain :

a. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk
fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.
b. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, dan
c. Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk
baru yang bermanfaat.
Tidak heran, SMPN 3 Pati semakin hari semakin
membaik dan mengakibatkan SMPN 3 Pati dapat meraih gelar Juara GSA tingkat Jawa
dan Bali dan Adiwiyata Tingkat Nasional. Oleh karena jerih payah yang sudah di
persiapkan matang-matang dan doa terhadap Tuhan YME, selalu yakinlah bahwa
usaha yang kita lakukan akan berhasil.
Narasumber
: guru, teman-teman, dan pengunjung SMPN 3 Pati.