Selasa, 26 April 2016

Teks Biografi Yasser Arafat



Yasser Arafat sang Tokoh Inspiratif Dunia
            Yasser Arafat yang dikenal sebagai lelaki pemberani ini lahir di Kairo, Kerajaan Mesir, tepatnya pada tanggal 24 Agustus 1929. Lelaki ini kerap dipanggil Yasser Arafat atau kunyah Abu Ammar. Ia dilahirkan dari pasangan suami-istri dan merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara. Ayahnya adalah seorang Palestina dari kota Gaza bernama Abdel Raouf al-Qadwa  al-Husseini dan beribukan wanita yang merupakan warga Mesir, Zahwa Abul Saud. Pada tahun 1944, ia masuk Universitas Raja Fuad 1 dan lulus 6 tahun kemudian. Pada saat yang sama, ia menjadi seorang nasionalis Arab dan mulai memasok senjata untuk diselundupkan ke wilayah bekas Mandat Britania atas Palestina untuk pejuang non reguler Komite Tinggi Arab.

                Selama pulang Arab-Israel pada tahun 1948, Arafat meninggalkan kampusnya dan berusaha memasuki Palestina beserta pemuda lainnya, bergabung dengan pasukan Arab dan bertempur dengan pasukan Ikhwanul Muslimin. Tahun 1949, kemenangan condong ke pihak lawan dan Arafat memilih pulang ke Kairo dan melanjutkan kuliahnya di tekhnik sipil. Ia terpilih menjadi ketua umum persatuan universitas dan universitas itu berubah nama menjadi Universitas Kairo.

                Pada tahun 1956, setelah krisis di Suez, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser mengizinkan Pasukan Darat PBB untuk beroperasi di Semenanjung Sinai dan Jalur Gaza. Hal ini menyebabkan pengusiran seluruh pasukan gerilya fedayeen termasuk Arafat. Dia berusaha untuk memperoleh visa di Kanada dan Arab Saudi tetapi dia tidak berhasil. Pada tahun 1957, ia mengirim visa ke Kuwait dan disetujui berlatar belakang karena ia sebagai insinyur tekhnik sipil. Sementara itu, Arafat bergaul dengan orang Palestina dan secara bertahap, ia mendirikan pergerakan bernama Fatah yang bertujuan untuk membebaskan Palestina lewat pasukan bersenjata Palestina oleh warga Palestina sendiri. Sesuai ideologinya, Arafat menolak bantuan oleh negara lain untuk menjaga independensi Fatah tanpa campur tangan mereka.

                Pada tanggal 13 November 1966, Israel melancarkan serangan atas kota As-Samu di wilayah tepi barat yang diperintah Yordania sebagai balasan untuk Fatah akibat bom sepanjang jalan yang membunuh 3 pasukan keamanan Israel di Selatan perbatasan garis hijau. Serangan ini lah, yang menjadsi salah satu penyebab Perang Enam Hari pada 5 juni 1967. Pertempuran berakhir dengan kekalahan pada pihak Arab dan pendudukan Aisrael atas beberapa wilayah yang sebelumnya negara Arab, termasuk Tepi Barat dan Jalur Gaza. Meskipun begitu, Arafat dengan Fatah dapat mengklaim kemenangan. Terutama, karena mayoritas masyarakat  Palestina   yang saat itu masih berfaksi dan bersimpati kepada negara-negara Arab tertentu, mulai memilih solusi "Palestina oleh Palestina" yang ditawarkan oleh Arafat. Seminggu setelah kekalahan itu, Arafat menyamar melintasi Sungai Yordan dan memasuki Tepi Barat, di mana dia mendirikan pusat perekrutan anggota baru di Hebron, sekitar Yerusalem, dan jugaNablus, dan mulai menarik simpati pejuang dan penyumbang pada saat yang sama. Pada waktu yang sama, Nasser menghubungi Arafat lewat mantan penasihatnya Mohamed Hassanein Heikal, dan Nasser mendeklarasikan Arafat sebagai "pemimpin bangsa Palestina."

                Pada awal 1990 an, Arafat dan para pemimpin Fatah lainnya terlibat dalam serangkaian perundingan rahasia yang membuahkan perjanjian Oslo yang menyetujui implementasi Pemerintahan Palestina yang berdaulat di Tepi Barat dan Jalur Gaza selama 5 tahun. Sebelum penandatanganan perjanjian, Arafat sebagai ketua PLO dan perwakilan resminya meninggalkan perjuangan  perjuangan dengan kekerasan dan mengakui Israel secara resmi. Perdana Menteri Yitzhak Rabin, mewakili Israel, juga secara resmi mengakui PLO. Pada tahun berikutnya, Yasser Arafat bersamaan dengan Yitzhak Rabin dan Simon Peres dianugerahkan hadiah Nobel Perdamaian.

                Pada 11 November 2004, sepasukan Garda kehormatan Angkatan Darat Perancis menyelenggarakan upacara penghormatan militer singkat untuk Arafat pada hari pemakamannya. Dengan keranda jenazahnya diselimuti dengan bendera Palestina dan diirini band militer memainkan lagu kebangsaan Perancis dan Palestina, juga Mars Pemakaman Chopin. Presiden Perancis, Jacques Chirac berduiri di samping keranda Arafat selama 10 menit untuk memberikan penghormatan terakhir pada lelaki yang ia sebut sebagai “lelaki yang penuh keberanian” itu. Esoknya, jenazah Arafat diterbangkan ke Kairo. Ia wafat pada tanggal 11 November 2004 saat umurnya mencapai 75 tahun di Paris, Perancis.

                Sebagai lelaki yang pemberani ini, Yasser sangat membuat perubahan pada dunia, terutama bagi Palestina. Kegigihannya telah membangun tatanan keadilan, menyejahterahkan seluruh rakyat, serta membebaskan Palestina lewat berbagai serangannya. Berkali-kali nyawa nya terancam, tetapi ia tetap setia memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Semoga apa yang dilakukan Yasser Arafat ini dapat menginspirasi rakyat untuk terus pantang menyerah menghadapi masalah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar