Selasa, 26 April 2016

SMPN 3 Pati Peraih Adiwiyata Tingkat Nasional

Adiwiyata SMPN 3 Pati
Hasil gambar untuk adiwiyata
            Kerja keras pasti nya akan membuahkan hasil yang baik dan memuaskan. Tidak hanya itu, hasil dari jerih payah yang dikerjakan akan dinikmati juga oleh setiap orang yang berjerih payah tersebut. Indonesia merupakan negara yang sangat beruntung akan hasil sumber daya alam nya  yang melimpah. Oleh karena itu, kita semua harus mengoptimalisasikan sumber daya alam di Indoensia ini mulai dari hal-hal kecil yang kita mampu. Seperti contohnya, salah satu sekolah favorit yang disegani orang-orang ini.

                Sekolah ini dikenal dengan nama SMPN 3 Pati. Sebuah sekolah yang disulap menjadi daerah yang penuh kaya dengan berbagai macam tumbuhan. Itulah mengapa guru serta murid sudah siap untuk membawa nama SMPN 3 Pati menjadi sekolah bertaraf Adiwiyata Tingkat Nasional. Tetapi, sulap itu tak hanya semata mengucapkan “kata-kata sihir” dan seketika menjadi hijau nan asri. Perlu beberapa tahap untuk meraih adiwiyata tingkat nasional. Adapun tahap-tahap yang dilakukan siswa dan guru SMPN 3 Pati sendiri seperti berikut:


a.                Dilaksanakannya piket sesuai jadwal kelas masing-masing.
Pelaksanaan piket wajib ini dibagi menjadi 2 yaitu piket kelas dan piket kapling/taman. Kapling untuk kelas yang berada di lantai bawah merupakan taman di depan kelasnya, seedangkan kapling untuk kelas yang berada di lantai atas merupakan kapling yang sudah dibagi oleh guru yang mengurus masalah tersebut.
b.               Ketika pulang sekolah, siswa-siswi wajib mengambil sampah dedaunan di sekitarnya.
Pagar keluar SMPN 3 Pati ini, dicegat oleh para duta adiwiyata yang sudah dipilih oleh pembina adiwiyata SMPN 3 Pati. Duta adiwiyata inilah yang sudah menyediakan tempat sampah di depannya untuk mengumpulkan sampah yang tiap pulang sekolah sudah disiapkan para murid.
c.                Adanya bank sampah.
Bank sampah ini disetor oleh petugas bank sampah per kelas. Petugas bank sampah tiap kelasnya mencatat riwayat penyetoran sampah tiap dia menyetor. Sampah akan bernilai tiap kilonya. Maka dari itu, anak-anak berlomba-lomba menyetorkan sampah. Selain mengurangi sampah, manfaatnya juga akan terasa pada uang yang kita dapatkan.
d.               Program LISA (Lihat Sampah Ambil)
Siswa SMPN 3 Pati sudah diajarkan untuk mengambil sampah saat siswa melihat sampah. Hal ini terbukti dengan SMPN 3 Pati sudah bebas dari sampah dan selalu bersih nan hijau.
e.                Bebas dari sampah plastik
Kantin SMPN 3 Pati bebas dari sampah plastik. Untuk siswa yang membeli gorengan disediakan daun pisang dan untuk siswa yang membeli minuman sudah disediakan gelas oleh pihak kantin.
f.                 Adanya program Sabtu Bersih.
Setiap hari Sabtu, guru beserta murid bergotong royong membersihkan halaman sekolah SMPN 3 Pati. Tidak heran, lingkungannya menjadi bersih dan asri setiap hari. Dan masih banyak lagi.
Hasil gambar untuk adiwiyata
Pak Winarto selaku kepala sekolah SMPN 3 Pati juga selalu menggemakan kota Pati dengan dorongan akan berbagai lomba yang diikuti oleh murid SMPN 3 Pati ini. Khusus yang disebut terakhir (2015) SMPN 3 Pati berhasil meraih juara dalam lomba adiwiyata tingkat nasional. Untuk upaya yang b erhasil menggemakan nama Pati ini dilanjutkan dengan pengumuman SMPN 3 Pati sebagai juara 1 lomba Green School Awards (GSA) , Senin(11/4). Kunci untuk menjadi juara tersebut kata bapak Winarto bukan serta merta langsung menjadi juara. Tetapi, butuh proses yang sudah dipersiapkan matang-matang.

Pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) berbasis masyarakat merupakan paradigma baru dalam pengelolaan sampah. Paradigma baru tersebut lebih ditekankan kepada pengurangan sampah yang lebih arif dan ramah lingkungan. Metode tersebut menekankan kepada tingkat perilaku konsumtif dari masyarakat serta kedasaran terhadap kerusakan lingkungan akibat bahan tidak terpakai lagi yang berbentuk sampah.  Adapun, 3R tersebut dibagi menjadi 3, antara lain :

Gambar terkait
a.     Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.
b.     Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, dan
c.      Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Tidak heran, SMPN 3 Pati semakin hari semakin membaik dan mengakibatkan SMPN 3 Pati dapat meraih gelar Juara GSA tingkat Jawa dan Bali dan Adiwiyata Tingkat Nasional. Oleh karena jerih payah yang sudah di persiapkan matang-matang dan doa terhadap Tuhan YME, selalu yakinlah bahwa usaha yang kita lakukan akan berhasil.


Narasumber : guru, teman-teman, dan pengunjung SMPN 3 Pati.

Teks Biografi Yasser Arafat



Yasser Arafat sang Tokoh Inspiratif Dunia
            Yasser Arafat yang dikenal sebagai lelaki pemberani ini lahir di Kairo, Kerajaan Mesir, tepatnya pada tanggal 24 Agustus 1929. Lelaki ini kerap dipanggil Yasser Arafat atau kunyah Abu Ammar. Ia dilahirkan dari pasangan suami-istri dan merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara. Ayahnya adalah seorang Palestina dari kota Gaza bernama Abdel Raouf al-Qadwa  al-Husseini dan beribukan wanita yang merupakan warga Mesir, Zahwa Abul Saud. Pada tahun 1944, ia masuk Universitas Raja Fuad 1 dan lulus 6 tahun kemudian. Pada saat yang sama, ia menjadi seorang nasionalis Arab dan mulai memasok senjata untuk diselundupkan ke wilayah bekas Mandat Britania atas Palestina untuk pejuang non reguler Komite Tinggi Arab.

                Selama pulang Arab-Israel pada tahun 1948, Arafat meninggalkan kampusnya dan berusaha memasuki Palestina beserta pemuda lainnya, bergabung dengan pasukan Arab dan bertempur dengan pasukan Ikhwanul Muslimin. Tahun 1949, kemenangan condong ke pihak lawan dan Arafat memilih pulang ke Kairo dan melanjutkan kuliahnya di tekhnik sipil. Ia terpilih menjadi ketua umum persatuan universitas dan universitas itu berubah nama menjadi Universitas Kairo.

                Pada tahun 1956, setelah krisis di Suez, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser mengizinkan Pasukan Darat PBB untuk beroperasi di Semenanjung Sinai dan Jalur Gaza. Hal ini menyebabkan pengusiran seluruh pasukan gerilya fedayeen termasuk Arafat. Dia berusaha untuk memperoleh visa di Kanada dan Arab Saudi tetapi dia tidak berhasil. Pada tahun 1957, ia mengirim visa ke Kuwait dan disetujui berlatar belakang karena ia sebagai insinyur tekhnik sipil. Sementara itu, Arafat bergaul dengan orang Palestina dan secara bertahap, ia mendirikan pergerakan bernama Fatah yang bertujuan untuk membebaskan Palestina lewat pasukan bersenjata Palestina oleh warga Palestina sendiri. Sesuai ideologinya, Arafat menolak bantuan oleh negara lain untuk menjaga independensi Fatah tanpa campur tangan mereka.

                Pada tanggal 13 November 1966, Israel melancarkan serangan atas kota As-Samu di wilayah tepi barat yang diperintah Yordania sebagai balasan untuk Fatah akibat bom sepanjang jalan yang membunuh 3 pasukan keamanan Israel di Selatan perbatasan garis hijau. Serangan ini lah, yang menjadsi salah satu penyebab Perang Enam Hari pada 5 juni 1967. Pertempuran berakhir dengan kekalahan pada pihak Arab dan pendudukan Aisrael atas beberapa wilayah yang sebelumnya negara Arab, termasuk Tepi Barat dan Jalur Gaza. Meskipun begitu, Arafat dengan Fatah dapat mengklaim kemenangan. Terutama, karena mayoritas masyarakat  Palestina   yang saat itu masih berfaksi dan bersimpati kepada negara-negara Arab tertentu, mulai memilih solusi "Palestina oleh Palestina" yang ditawarkan oleh Arafat. Seminggu setelah kekalahan itu, Arafat menyamar melintasi Sungai Yordan dan memasuki Tepi Barat, di mana dia mendirikan pusat perekrutan anggota baru di Hebron, sekitar Yerusalem, dan jugaNablus, dan mulai menarik simpati pejuang dan penyumbang pada saat yang sama. Pada waktu yang sama, Nasser menghubungi Arafat lewat mantan penasihatnya Mohamed Hassanein Heikal, dan Nasser mendeklarasikan Arafat sebagai "pemimpin bangsa Palestina."

                Pada awal 1990 an, Arafat dan para pemimpin Fatah lainnya terlibat dalam serangkaian perundingan rahasia yang membuahkan perjanjian Oslo yang menyetujui implementasi Pemerintahan Palestina yang berdaulat di Tepi Barat dan Jalur Gaza selama 5 tahun. Sebelum penandatanganan perjanjian, Arafat sebagai ketua PLO dan perwakilan resminya meninggalkan perjuangan  perjuangan dengan kekerasan dan mengakui Israel secara resmi. Perdana Menteri Yitzhak Rabin, mewakili Israel, juga secara resmi mengakui PLO. Pada tahun berikutnya, Yasser Arafat bersamaan dengan Yitzhak Rabin dan Simon Peres dianugerahkan hadiah Nobel Perdamaian.

                Pada 11 November 2004, sepasukan Garda kehormatan Angkatan Darat Perancis menyelenggarakan upacara penghormatan militer singkat untuk Arafat pada hari pemakamannya. Dengan keranda jenazahnya diselimuti dengan bendera Palestina dan diirini band militer memainkan lagu kebangsaan Perancis dan Palestina, juga Mars Pemakaman Chopin. Presiden Perancis, Jacques Chirac berduiri di samping keranda Arafat selama 10 menit untuk memberikan penghormatan terakhir pada lelaki yang ia sebut sebagai “lelaki yang penuh keberanian” itu. Esoknya, jenazah Arafat diterbangkan ke Kairo. Ia wafat pada tanggal 11 November 2004 saat umurnya mencapai 75 tahun di Paris, Perancis.

                Sebagai lelaki yang pemberani ini, Yasser sangat membuat perubahan pada dunia, terutama bagi Palestina. Kegigihannya telah membangun tatanan keadilan, menyejahterahkan seluruh rakyat, serta membebaskan Palestina lewat berbagai serangannya. Berkali-kali nyawa nya terancam, tetapi ia tetap setia memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Semoga apa yang dilakukan Yasser Arafat ini dapat menginspirasi rakyat untuk terus pantang menyerah menghadapi masalah.